Pada 04 Agustus 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan workshop pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan ini berlangsung di Desa Jeruk, mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh ibu rumah tangga yang antusias untuk belajar mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan yang kerap dihadapi warga desa, yaitu limbah minyak jelantah. Selama ini, minyak bekas pakai sering dibuang sembarangan, mencemari tanah, air, bahkan saluran pembuangan. Melalui program ini, KKN UNS ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa limbah tidak selalu berarti sampah, tetapi bisa menjadi sumber penghasilan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi sosialisasi, tim KKN UNS menjelaskan secara detail mengenai bahaya minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik. Minyak bekas yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, merusak ekosistem perairan, dan menjadi sarang penyakit. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat menjadi langkah penting untuk melindungi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain membahas dampak negatif, tim KKN juga memaparkan berbagai peluang ekonomi dari pengelolaan minyak jelantah. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pembuatan lilin aromaterapi. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan, tetapi juga bisa dijadikan hiasan rumah yang estetik dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.
Workshop dimulai dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi. Para peserta diperlihatkan bahan-bahan yang diperlukan, mulai dari minyak jelantah yang telah disaring, pewarna, aroma esensial, hingga cetakan lilin. Tim KKN menjelaskan langkah-langkah pengolahan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Tidak hanya melihat, para ibu rumah tangga juga diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan lilin. Suasana menjadi semakin meriah ketika peserta mulai mencampur bahan, menuang cairan lilin ke dalam cetakan, hingga menghias produk akhir dengan kreativitas masing-masing. Banyak di antara mereka yang merasa kagum karena ternyata prosesnya cukup mudah dan menyenangkan.
Selama workshop, tim KKN juga memberikan tips agar lilin yang dihasilkan berkualitas tinggi. Mulai dari teknik penyaringan minyak jelantah agar bersih, pemilihan aroma yang tahan lama, hingga cara pengemasan produk agar menarik minat pembeli. Harapannya, keterampilan ini dapat membuka peluang usaha kecil bagi ibu rumah tangga di Desa Jeruk.
Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN UNS membagikan lilin aromaterapi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Pemberian ini bukan hanya sekadar kenang-kenangan, tetapi juga simbol bahwa setiap orang dapat berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Melalui kegiatan ini, KKN UNS berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dipraktikkan oleh warga Desa Jeruk. Limbah minyak jelantah yang dulunya dianggap tidak berguna kini bisa diubah menjadi produk kreatif dan bermanfaat. Dengan semangat kebersamaan, desa ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola limbah rumah tangga secara bijak dan produktif.