Website Resmi Desa Jeruk - Kecamatan Kartoharjo
Jln. Raya Soegijapranata Desa Jeruk No. 01 Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan
📧 desajeruk09@gmail.com   |   ☎️ -   |   🏷️ Kode Pos: 63394

KKN 209 UNS GELAR SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERSAMA DLH MAGETAN DI DESA JERUK

27 Juli 2025 Anonim 54 kali dibaca
0
KKN 209 UNS GELAR SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERSAMA DLH MAGETAN DI DESA JERUK
Klik gambar untuk memperbesar

Pada Minggu, 27 Juli 2025, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkesempatan menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah di Balai Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Acara ini terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, yang turut hadir sebagai pemateri utama. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada warga desa dalam mengelola sampah organik dan anorganik secara tepat, efektif, dan bernilai ekonomis.

Sosialisasi dimulai pada pukul 10.00 WIB, dibuka dengan sambutan dari perangkat desa yang mengapresiasi inisiatif KKN UNS dan dukungan dari DLH Magetan. Kehangatan suasana semakin terasa ketika para peserta mulai dari ibu rumah tangga, petani, hingga tokoh masyarakat menyimak penjelasan awal tentang pentingnya kesadaran lingkungan. Materi yang dibawakan tak sekadar berisi teori, tetapi juga memuat contoh-contoh nyata penerapan pengelolaan sampah yang sudah berhasil di beberapa wilayah lain.

Dalam penyampaian materi, perwakilan DLH Magetan menjelaskan bahwa sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah dapur dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk pertanian maupun penghijauan. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam bisa didaur ulang menjadi produk baru atau bahkan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

Tak hanya sekadar belajar, warga Desa Jeruk juga diajak untuk berinteraksi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung seru. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari cara mengurangi bau pada kompos, tips memisahkan sampah di rumah, hingga strategi memasarkan produk hasil daur ulang. Antusiasme ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kegiatan ini juga menyoroti sisi ekonomis dari pengelolaan sampah. Pemateri memaparkan bahwa sampah bukanlah sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa diolah menjadi peluang usaha. Beberapa contoh inspiratif seperti pembuatan paving block dari plastik bekas, hingga pupuk organik dari sisa makanan, berhasil memotivasi warga untuk mulai memanfaatkan sampah sebagai modal kreatif.