Website Resmi
Desa Jeruk - Kecamatan Kartoharjo
Jln. Raya Soegijapranata Desa Jeruk No. 01 Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan
Sistem Informasi Desa & Kelurahan Kabupaten Magetan
Kelola dan akses informasi desa/kelurahan melalui SIDESKEL Kabupaten Magetan .

SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA

31 Juli 2025 • Anonim • 101 kali dibaca
0
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA
Klik gambar untuk memperbesar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecoenzyme sebagai upaya pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, pada Kamis (31/7/2025) pukul 15.00 –17.00 WIB, dan dihadiri oleh puluhan bapak dan ibu petani setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi warga agar mampu mengolah sampah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran yang belum dimasak menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selama ini, sampah organik rumah tangga sering kali menjadi permasalahan karena menumpuk, menimbulkan bau, dan sulit dikelola.

Salah satu mahasiswa KKN UNS menjelaskan bahwa “kami ingin mengajak warga Desa Jeruk untuk memandang limbah organik bukan sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya. Dengan ecoenzyme, kita bisa mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik untuk pertanian maupun rumah tangga”

Dalam sosialisasi tersebut, tim KKN UNS menjelaskan secara detail mengenai ecoenzyme cairan hasil fermentasi limbah organik menggunakan gula merah dan air selama 3 hingga 6 bulan. Ecoenzyme memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Sebagai pupuk cair organik untuk menyuburkan tanaman.
  • Pembersih lantai dan perabot rumah tangga yang ramah lingkungan.
  • Campuran cairan pencuci piring atau pakaian.
  • Bahan alami untuk pembuatan hand sanitizer.

Dengan manfaat yang beragam, ecoenzyme menjadi solusi tepat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pembersih berbahan kimia, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Setelah sesi penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan ecoenzyme. Warga diajak mempraktikkan langkah demi langkah proses pembuatan, mulai dari memotong kulit buah dan sisa sayuran, mencampurnya dengan gula merah dan air, hingga memasukkan campuran tersebut ke dalam wadah tertutup untuk difermentasi.

Tim KKN juga membagikan tips penting agar hasil fermentasi optimal, seperti menjaga rasio bahan, memastikan wadah kedap udara, serta mengenali tanda-tanda bahwa ecoenzyme sudah siap digunakan.Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba mencampurkan bahan sendiri. Banyak petani mengaku tertarik menggunakan ecoenzyme sebagai pupuk alami yang bisa menghemat biaya pembelian pupuk kimia.

Sementara itu, para ibu rumah tangga juga merasa senang mengetahui bahwa ecoenzyme bisa digunakan untuk membersihkan rumah secara alami, aman, dan bebas bahan kimia berbahaya.Sebagai penutup acara, KKN UNS membagikan sampel ecoenzyme yang sudah jadi kepada peserta pelatihan. Sampel ini diharapkan menjadi contoh bagi warga untuk memproduksi ecoenzyme sendiri di rumah.

Tim KKN UNS juga berharap keterampilan ini tidak hanya berhenti di kegiatan pelatihan, tetapi terus diterapkan dan dikembangkan. Bahkan, warga bisa menjadikannya peluang usaha kecil berbasis produk ramah lingkungan.Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UNS di Desa Jeruk yang fokus pada pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan adanya pelatihan ini, Desa Jeruk diharapkan bisa menjadi contoh desa ramah lingkungan yang mampu mengelola sampah organik menjadi produk bernilai.

Selain mengurangi timbunan sampah, penggunaan ecoenzyme juga akan membantu menjaga kesuburan tanah, kualitas air, dan kesehatan warga. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak luas.